Semangat Rugby Indonesia!

17 Dec

SRI_POSTER

Sudah akhir tahun 2014 dan jumlah blog saya tahun ini masih sangat sedikit. Kayanya motivasi nulis itu sering sekali terhimpit beban fana yang sebenarnya konyol.. *toyordirisendiri*

Sebenarnya banyak janji pribadi dan target memperjuangkan eksistensi si bola lonjong yang tercapai dengan baik tahun 2014 ini tapi kayanya belum segitu membanggakannya sampai harus ditulis..

Tapi kali ini saya harus bangga.. semua harus tahu… semua harus bangga..

Berawal dari ide dari sahabat saudara saya Daniel Rahadian Nugroho yang ingin membuat film untuk menceritakan kepada dunia betapa Indonesia sangat kaya akan keberagaman dan indahnya semangat keberagaman ini dalam Rugby. Daniel merupakan tokoh Rugby Indonesia. Mulai bermain dari tingkat SMA dan sekarang captain team nasional ‘Rhinos’ Indonesia. Kami pernah bermain bersama di club Banteng dan juga team nasional Indonesia. Saya langsung semangat mendengar ide ini dan ngga sabar mau mewujudkannya.

Indahnya semangat keberagaman?  Sekian banyak suku, ras, dan latar belakang pemain rugby di Indonesia dan kami punya semangat kekeluargaan yang sangat kental yang tidak bisa dipungkiri lagi. Terlebih di team nasional Indonesia, dimana semuanya memiliki semangat nasionalisme!

Saya masih ingat pertemuan dengan Daniel di Roti Bakar Edy Lapangan ABC senayan membahas ide ini. Film ini harus film dokumenter dan memiliki tiga tokoh yang mewakili Rugby di Indonesia. Beberapa nama diajukan dan draft alur film mulai dibahas. Kami kemudian menggandeng beberapa teman lagi dan mulai mencari dana untuk film ini. Dengan semangat Rugby yang kuat, kami akhirnya berhasil mendapatkan dana dan mematangkan rencana. Terimakasih sebesar-besarnya kami haturkan kepada Wings Group dan APAC Assistance!

Tanpa perlu cerita yang panjang lagi, saya coba share disini ketiga episode film dokumenter ‘Semangat Rugby Indonesia’ ini beserta sedikit cerita di masing episode ya!

——

Film dokumenter ‪#‎SemangatRugbyIndonesia Episode pertama: Jakarta!

Salah satu keberagaman yang dimiliki Indonesia sebagai Negara Muslim terbesar di Dunia adalah kita punya Sekolah dan juga Pesantren! Saksikan bagaimana Pesantren Darunnajah mengembangkan Rugby bersaing dengan Sekolah Nasional dan Internasional!

Indonesia is a very diversed Country where as the biggest Islamic country in the world, we have schools and also Islamic Boarding School (pesantren)

Watch how Pesantren Darunnajah grow their Rugby and take on national and International school!

 

Episode kedua Film Dokumenter #SemangatRugbyIndonesia: Pulau Dewata: Bali!

Disaat jutaan orang berlibur ke Bali, Markus justru merantau ke Bali untuk bekerja. Semangat Rugby akhirnya menjadi pedoman hidpnya, terutama untuk disiplin dalam setiap langkahnya.

While many people have their holiday in The Island of Gods, Markus moved to Bali to make his living. Rugby then caught up to his life and become his passion and principle in life.

Episode ketiga ‪#‎SemangatRugbyIndonesia: Mutiara Hitam: Papua!

Papua termasuk salah satu Provinsi tertua yang memulai Rugby. Awalnya hanya program Corporate Social Responsibility (CSR) oleh perusahaan tambang pada tahun 1996, Rugby kemudian berkembang pesat menjadi olahraga yang berkembang paling pesat di Papua, dimainkan oleh semua masyarakat. Saksikan bagaimana potensi ‘Mutiara Hitam’ Indonesia di Rugby!

Rugby Indonesia, Ko MANTAP!!

Papuan Rugby is one of the oldest rugby in Indonesia, started as a Corporate Social Responsibility program by the mining company in 1996, Rugby then have grow so far and have become the most growing sport in Papua. Watch how Rugby developing Papuan youth or ‘the Black Pearl’ in Papua!

——

Film ini menjadi tonggak sejarah penting dalam Rugby Indonesia. Kami mungkin belum sebesar olahraga sepakbola namun semangat kami sudah bisa terlihat jelas bisa menyatukan indonesia.

Tiga episode ini mungkin hanya sebagian kisah di Indonesia. Masih banyak kisah lain bagaimana Rugby menjadi pedoman dalam kehidupan mereka. Semoga ini bisa menginspirasikan semua tokoh Rugby di Indonesia untuk tetap semangat!

Bagaimana dengan anda? Bagaimana Rugby telah mengubah hidup anda?

……………………………

Ksatria dan Politik

24 Jun

Terkait ramainya pesta demokrasi rakyat indonesia sekarang, Indonesia seperti dibelah dua antara pendukung calon presiden (capres) nomer urut satu dengan capres nomer urut dua. Awalnya sih seru melihat kedua kubu saling menunjukkan dukungannya di social media… dari lagu lagu kreatif, klip lucu di vine, youtube, dan lain lain. Inilah demokrasi yang kita banggakan dari indonesia. Sebagai mantan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, saya lebih bangga lagi.

Tapi makin hari kampanye para pendukung ini makin banyak negatifnya daripada positifnya. Kalau stasiun TV nasional aja sudah terlihat jelas keberpihakannya, portal berita di indonesia mendadak buanyaaak banget yang mendadak muncul dan mengeluarkan ‘fakta’ versi mereka. Kompasiana yang menampung tulisan dari individu manapun juga jadi kolam limpahan tulisan dari mereka yang beropini atau memaparkan dakwaan mereka. Ada yang punya data peningkatan tulisan politik di kompasiana pas pemilu ini ngga? Mau doong..

Dari awalnya kesel baca berita yang jelas-jelas bohong, sampai akhirnya eneg tiap baca black campaign ini. Yang lebih eneg adalah sumber berita yang bawa-bawa agama tapi beritanya sama sekali ngga bisa dipertanggungjawabkan.

Kenapa tulisan ini muncul? Kan ini harusnya mengenai si bola lonjong ajaa!!

Eh baiklah, tulisan ini mencoba mengingatkan kita bahwa kita harus coba bawa semangat sportifitas kedalam euforia politik kita saat ini. Kebetulan sekarang lagi ada turnamen bola bulet antar negara itu kan? Kalau Piala Dunia sih tahun 2015 di Inggris. #keukeuh #bukananakbola #rugbyworldcup

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari mengenai semangat sportifitas. Disaat ada dua individu atau team sedang bertanding, sudah pasti akan ada pemenangnya. Tapi olahraga memiliki batasan yang lebih unik, dimana semangat seorang olahragawan dilindungi oleh ‘kode etik’ mereka yang menahan mereka untuk tidak berbuat curang. Kode ini diajarkan dari dasar setiap olahraga dan melekat kuat di jiwa mereka. Untuk seorang yang mendalami beladiri, ini lebih mendasar lagi. Penguasaan diri mereka harus diatas segalanya.

Rugby? Rasanya kode etiknya sama atau mungkin lebih kuat daripada beladiri. Dengan disiplin yang kuat, kita menganggap semua musuh di lapangan akan menjadi saudara setelah pertandingan. Bahkan di game Rugby itu sendiri, setelah melakukan tackle, sering saya lihat atau rasakan yang melakukan tackle akan membantu lawan yang ditackle untuk kembali bangun dan meneruskan pertandingan bersama.

Rasanya, kata yang paling menggambarkan sifat ini adalah sifat Ksatria. Ayah saya sering mengajarkan sifat ini saat di rumah dan di lapangan Karate. Ksatria yang bisa saling menghargai lawannya, tidak berbuat curang dan menerima dengan lapang dada saat menerima kekalahan.

Pembelajaran demokrasi di Indonesia memang sedang diuji, dan saya yakin semua insan olahraga bisa membantu memberikan pembelajaran sportifitas dan sifat ksatria kepada rakyat Indonesia. Jangan harapkan media, jangan salahkan pemerintah apalagi kedua capres yang sedang bertarung. Apabila kita hendak ikut terlibat, mohon tanamkan sifat ksatria dulu ya teman-teman..

Demokrasi memang penting, namun sifat Ksatria kita perlu ditingkatkan lagi..

Ayo main Rugby!

tumblr_mc800o1ddz1rhpegro1_500

Selintas 2013

2 Jan

Sudah awal 2014 dan sudah selayaknya saya mencoba memanfaatkan blog ini untuk berbagi kesimpulan saya mengenai perkembangan rugby di indonesia dalam tahun 2013 kemarin. I’m open for discussion so please do let me know if I miss anything or you disagree with me.

Pada awal tahun saya sangat yakin bahwa tahun 2013 merupakan tahun kebangkitan rugby indonesia. Pada tulisan saya pada pertengahan tahun juga saya kembali menegaskan hal ini. Ternyata prediksi saya bahkan melewati harapan semua orang. Kita berhasil mencapai beberapa hal yang akan menjadi tonggak sejarah rugby di indonesia meskipun masih ada tantangan yang akan kita hadapi tahun 2014.

Kita mulai bahas kaledioskop versi saya ya..

Januari

Setelah pengurus baru Persatuan Rugby Union Indonesia disahkan pada Musyawarah Nasional bulan November 2012, kita kemudian mengunjungi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyampaikan perkembangan Rugby di Indoenesia dan rencana kita untuk masuk sebagai anggota KONI. Pertemuan ini berlangsung sangat positif dan KONI menyambut baik rencana kita dan akan membantu proses pendaftaran.

Februari

Persatuan Rugby Union Indonesia diterima sebagai anggota KONI pada Musyawarah Nasional KONI di Bandung. Fez by Aphrodite Jakarta XV Series dimulai mempertandingkan 4 club di Jakarta (dan bandung).

Maret – April

PRUI bekerjasama dengan Japanese Rugby Football Union (JRFU) dalam program Asian Scrum Project, dimana dua orang utusan JRFU datang dari Jepang untuk membantu perkembangan rugby di Indonesia. Tatsu dan Yuta mengunjungi Jakarta, Banten, Bogor, Bandung, Bali, hingga Papua. PRUI juga mengadakan pertandingan di beberapa daerah dengan program hub games, untuk melakukan seleksi pemain nasional. Tatsu dan Yuta juga langsung berperan sebagai scout talent.

Mei

Turnamen tahunan Crown Jakarta Komodos 10s digelar. 20 team mengikuti ini dan saya yakin semua orang setuju ini turnamen Jakarta 10s terbaik sampai saat ini. Kualitas pertandingan dan setiap team bertanding dengan kemampuan terbaiknya. Lebih lengkap bisa dibaca di tournament report Komodo ya.

Juni

Tanggal 5-8 Juni, team Nasional Indonesian Rhinos bermain di Asian Five Nations Divisi III dan berhasil menang melawan China setelah sebelumnya kalah melawan Guam. Indonesia masih bertahan di divisi III sampai tahun depan. Team nasional ini diyakinkan sebagai team terbaik setelah dipilih melalui proses yang panjang dari penilaian kepada seteiap pemain dalam turnamen dan pertandingan yang sudah berlangsung tahun ini.

July

Banyak pertandingan persahabatan antar club yang berlangsung, baik di jakarta maupun di daerah lain. Yang paling berkesan adalah pada tanggal 6 juli Jogja Rugby Chiefs menjamu Bali Hanoman. Ini adalah pertama kalinya Rugby dipertandingkan di bumi Jogjakarta. Huge respect to Jogja Chiefs dan Bali Hanoman yang sudah mewujudkan ini.

Agustus

28 Agustus: Inaugurasi PRUI di KONI, melantik Pengurus Besar PRUI sebagai anggota KONI. Acara ini dilaksanakan di Kantor KONI Pusat, senayan, Jakarta.

September

Pada tanggal 14 dan 15 September, Harimau U20 bertanding Asian Rugby Football Union (ARFU) juinor Sevens di Johor Bahru, Malaysa. Kali pertama Indonesia mengirimkan tim nasional U20. Team Harimau Muda bertanding dengan China Taipei, Laos, Malaysia dan Singapore. Meskipun belum berhasil memenangkan pertandingan, tapi 12 pemain yang berangkat merupakan sejarah baru untuk indonesia dan menurut saya adalah keberhasilan terbaik Indoensia tahun 2013.

Oktober

Turnament terbesar di Indonesia: Xclusive Property Bali 10’s Tournament. Total 28 team bertanding baik di turnamen Men 10s Competition dan juga ada 4 team putri yang bertanding, dari Singapura, Australia dan Indonesia juga mengirimkan team gabungan yang dipercaya akan menjadi Team nasional Rugby Putri Indonesia. Men’s Open Competition tahun ini sangat ketat dan setiap team yang datang dari berbagai negara membuktikan kemampuan terbaiknya.

November – Desember

Kebanyakan team sudah off season di akhir tahun ini, meskipun ada beberapa friendly game, namun yang patut di highlight adalah keberhasilan Jakarta Komodo Rugby. Pada bulan November Komodo Junior bertanding di turnament di Singapore, mereka bahkan memiliki U12, U14 lho! Bayangkan potensi mereka menjadi pemain terbaik di Indonesia dalam beberapa tahun lagi. Jakarta Komodo yang senior bahkan memenangkan South East Asian Cup yang dipertandingkan oleh club rugby dari seluruh asia tenggara.

Dan dipenghujung tahun 2013 International Rugby Board (IRB) mengabulkan permohonan Indonesia menjadi full member IRB ke 101 pada 20 November pada interim meeting IRB di Dublin. Lengkaplah sudah keanggotaan Indonesia di nasional, Asia dan sekarang Internasional.

Sekarang sudah 2014.. Kalau kita setuju bahwa 2013 merupakan tahun kebangkitan rugby di indonesia, tahun 2014 akan lebih berat lagi. Dengan segudang keberhasilan rugby pada 2013, apakah kita bisa terus melangkah dengan semangat kebersamaan rugby atau malahan jatuh lagi?

Saya cuma menceritakan keberhasilan yang patut kita kenang pada tahun 2013. Kendala yang dihadapi juga sebenarnya banyak, baik dari internal politik hingga godaan dari pihak luar. Bahkan tulisan saya sebelum ini merupakan curahan hati agar kita tidak menyerah sebelum pertandingan selesai. Tidak mudah untuk terus berjuang demi rugby di indonesia.. baik dari tingkatan pemain hingga pengurus club, dan juga untuk PRUI.

Apa yang membikin kita terus berjuang? Indonesia sudah jadi anggota KONI, ARFU, bahkan IRB..

Apalagi yang akan kita perjuangkan tahun 2014?

I wish I could say that 2014 will be a lot easier than 2013.. but it wont..

2013 is just the beginning… and now we should overcome hard challenges and move forward as a team.. as one nation.. Indonesia…

Bhinneka Tunggal Ika…

Demi Rugby Indonesia.. Badak bercula satu (Indonesian Rhinos) akan terus berjuang..

BRING IT ON!!

rhino_002

Winners never quit and quitters never win

12 Dec

Ada suatu pengalaman berharga yang saya dapatkan dari Coach Jamie pada suatu pertandingan rugby antara Jakarta Banteng dengan salah satu team di Jakarta. Pertandingan diadakan di ISCI Ciputat dan terkenal sebagai daerah macet. Saya datang lebih awal di lapangan dan beberapa pemain masih belum datang karena  kemacetan atau hal lain.

Setelah pemanasan akhirnya Coach Jamie menunjuk saya bermain di posisi fly half (#10) karena fly half kita masih belum datang. Fly half is not my natural position and I kinda doubt myself to play well that day. Tapi karena tidak ada pilihan lain, saya menyanggupi dan memulai pertandingan dengan keraguan dan sedikit mengutuk kenapa teman saya telat datang.

Permainan berlangsung dengan alot dan saya bermain sambil terus melirik ke pinggir lapangan berharap fly half kami datang. Masalah demi masalah terus datang dan team kami tidak terbiasa dengan saya sebagai fly half. Setelah 10 menit team lawan berhasil mencetak try. Pada saat itu saya merasa gagal dan melihat ke pinggir lapangan.. ternyata teman saya yang fly half sudah hadir dan sudah siap main. Setengah berlari saya menghampiri Coach Jamie dan menawarkan saya diganti. Coach Jamie dengan kebingungan langsung nanya. “ Why? Are you injured?” saya Cuma bisa tertegun dan menggeleng dan menunjuk ke teman saya yang sudah siap bermain. Dengan tenang Coach melanjutkan kalimatnya “You may step out, but don’t expect you will have my respect if you come out before you have done your best for the team.” – mungkin kalimatnya tidak persis seperti itu tapi inti kalimatnya seperti itu. Kalimat itu merupakan tamparan keras buat saya. Saya disadarkan bahwa bermain rugby tidak boleh setengah-setengah. It is a battle out there and we never stop until the final whistle.

Permainan rugby merupakan permainan yang sangat menuntut disiplin dan konsentrasi. Dibutuhkan stamina yang cukup untuk bisa bermain satu game penuh. Tapi yang paling penting adalah keteguhan hati seorang pemain rugby. Butuh keteguhan hati yang kuat untuk bisa berdiri kembali setelah ditackle musuh. Butuh keteguhan hati yang lebih kuat lagi untuk bangkit setelah melakukan kesalahan dan mengakibatkan musuh bisa merebut poin dari kesalahan kita. I am not a big rugby player, and I can remember more than a few times I got a huge tackle. Mungkin ini yang membedakan pemain rugby dengan pemain olahraga lain. Disaat pemain olahraga lain berpura-pura cedera untuk mendapatkan simpati wasit, pemain rugby berpura-pura tidak cedera agar bisa terus bermain sampai titik darah penghabisan. Buat pemain rugby, untuk cedera dan duduk di pinggir lapangan, tidak bisa bermain merupakan cobaan terberat yang harus dialami.

Yang pernah main rugby dan merasakan tackle yang sangat keras pasti mengerti beratnya bangkit dan terus bermain. Badan rasanya remuk, blood rushing to your head.. kepala jadi pusing and in a few cases, you can just black out. All of the adrenaline rush and then you will think: “why would you do this to yourself? You are getting kicked in the ass, dumped by the opponent for just a game? All of the bruises, scrapes, and God-know-what can happen to your body.. why? Why?”

Disaat inilah pemain rugby harusnya sadar bahwa this is not just a game. Rugby is more than just a game.. Rugby represent our life. we all know that we will shed our blood for the team if we have to. We all sacrifice something for the team. If we quit before we have done our best, we will let the team down.. we are rugby player. We don’t play possum or fake injuries.. we will not stop until the final whistle..

London Irish v Bath - AVIVA PremiershipPhoto: READING, ENGLAND – JANUARY 01:  Lewis Moody of Bath (L) prepares to tackle Matt Garvey of London Irish during the Aviva Premiership match between London Irish and Bath Rugby at Madejski Stadium on January 1, 2011 in Reading, England.  (Photo by Scott Heavey/Getty Images)

we are rugby player. We dont play possum or fake injuries.. we will not stop until the final whistle..

Pelajaran ini bisa diterapkan di banyak hal di kehidupan kita, bukan hanya dalam permainan rugby. Berapa banyak godaan untuk berhenti mengejar impian kita? Berapa kali kita menyerah untuk mengakui kekalahan sebelum ‘pertandingan’ selesai? Dalam kasus kecil kita pasti pernah mengalami beratnya membagi waktu untuk belajar dan mendapatkan nilai pada saat sekolah (atau kuliah) kan? Ada saatnya kita menyerah untuk belajar dan menerima nilai yang akan kita dapatkan dengan minimnya belajar kita? Bagaimana dengan organisasi? Selalu ada kesempatan untuk mengundurkan diri dari organisasi yang kita ikutin kan? Kerjaan yang terlalu berat juga bikin orang resign kan?

Bagaimana kalau kita anggap ‘waktu pertandingan’ nya adalah seumur hidup kita. Peluit akhir akan dibunyikan pada akhir hidup kita. Bagaimana kita berjuang hingga waktu kita selesai? Seberapa besar keteguhan hati kita untuk terus bangkit apabila ditimpa musibah? Berapa sering kita mendengar atau melihat sendiri kerasnya perjuangan hidup seseorang yang ditimpa musibah? penyakit terminal atau cacat seseorang yang membikin dia berjuang lebih keras?

0922194218cody-mccaslandphoto: Nine-year-old Cody McCasland in an Endeavour Game. More on Cody here

Kembali ke game yang saya alami waktu itu, saya kembali ke lapangan dan meneruskan permainan dengan keyakinan penuh dan berjuang sekuat tenaga hingga akhirnya wasit meniupkan peluit akhir pertandingan. Saya sudah lupa skor akhir pertandingan itu tapi saya akan terus mengingat pelajaran berharga yang saya ambil saat itu..

Winners never quit and quitters never win..

Tentang Menjadi Rugby Referee

4 Nov

Image

Sabtu malam kemarin pada saat menonton Wallabies vs England seorang teman menanyakan kenapa saya mau menjadi referee rugby.. muka saya masih setengah gosong karena menjadi referee di turnamen Rugby antar SMA pada hari itu. Kenapa mau jadi referee? Rasanya tiap ada yang nanya pertanyaan itu saya selalu punya jawaban yang berbeda..

“I got injured and couldnt play for a while.. so I decided to join the referee to get to know the laws better”

Ini alasan yang sebenarnya kurang benar tapi cukup masuk diakal. Saya biasanya jawab ini apabila yang nanya sesama pemain Rugby. Mereka akan ngerti karena tau sebelnya getting injured and sit down by the sideline. Sebenarnya saya ambil Referee Course lv 1 tahun 2008, sebelum saya cedera. Tapi saya beneran dapet banyak ilmu dan pengetahuan mengenai laws of rugby yang super ribet pada awalnya dan sangat menarik untuk dipelajari.

“Someone should do it.. for Indonesia..”

Ini alasan yang politically correct. Biasanya ini tepat apabila yang menanyakan mengerti kondisi rugby di indonesia yang sedang berkembang dan selama ini kita telah banyak dibantu oleh para ekspatriate di indonesia. Apabila sudah tidak ada ekspatriate di indonesia yang bisa membantu jadi referee gimana? Sampai saat ini saya satu satunya orang indonesia yang sudah ambil iRB Referee Course lv 2 (bukan berarti mendapat sertifikat lv 2 ya)..

Image

Ada banyak alasan lain yang biasanya kepikiran dan saya sampaikan apabila ditanya mengenai ini. Saya juga dulu (di kehidupan sebelumnya) sering menjadi referee bola basket lho..

Rugby Referee punya tanggung jawab yang paling besar di lapangan. Prioritas oleh referee adalah keselamatan pemain baru kemudian keadilan. Apa yang berbeda dari Referee rugby dibanding olahraga lainnya?

Rugby adalah permainan yang membutuhkan disiplin yang tinggi. Heyneke Meyer pernah bilang: “Ballroom dancing is contact sport. Rugby is a collision sport”. Jadi dibutuhkan disiplin yang tinggi untuk bermain rugby. Kita tidak puny peraturan (rules) tapi menggunakan hukum (law) untuk mengatur permainan ini menyenangkan. Referee bertanggungjawab mengatur pola permainan ini menyenangkan dan tidak membahayakan pemain. Menarik kan?

Rugby Referee sebagai aparat penegak hukum di lapangan dihormati oleh setiap pihak. Hanya captain yang berhak mengajukan permohonan untuk berbicara dengan Referee. Berhak mengajukan lho.. belum sampai ngomong.. Jadi ngga akan ada pemandangan seperti game sepakbola dimana pemain bahkan pelatih mengerumuni wasit dan protes dan mengintimidasi wasit.

Berkuasa? Yup! Tapi seperti kata Uncle Ben, “With Great Power comes Great Responsibility..” Rugby Referee punya tanggungjawab yang berat. Hebatnya Rugby, kita tidak takut dengan teknologi. Disaat sepakbola terlihat ragu-ragu menerima teknologi untuk menentukan siaran ulang video untuk menentukan goal atau tidak, Rugby sudah menggunakan 4th official yang menggunakan video untuk menentukan apakah Try atau tidak bahkan apakah ada pelanggaran yang terjadi sebelumnya. Bahkan sekarang Referee sudah menggunakan Camera di bagian kerah sehingga bisa menampilkan Referee video yang menampilkan pandangan referee di game. Super Keren kan?

Image

Referee berkomunikasi dengan Assistant Referee (hakim garis) dan 4th official menggunakan Handy Talkie dan komunikasi mereka disiarkan langsung di TV. Di pertandingan yang disiarkan di TV, kita bisa mendengar bagaimana Referee menasehati captain team. Yang saya paling ingat adalah bagaimana di tengah pertandingan, Ref Nigel Owens menasehati pemain Treviso yang bertingkah bahwa dia adalah Referee dan This is not Soccer.. #burn

Kembali ke alasan saya menikmati menjadi Referee, rasanya tidak ada alasan yang lebih universal selain menjelaskan bahwa Rugby sudah menjadi bagian hidup saya. Setiap saya menonton pertandingan rugby, saya bisa membayangkan perasaan pemain, pelatih hingga Referee pertandingan itu. Saya bisa memberikan komentar dimana kelemahan team yang bertanding hingga kelemahan Referee nya. Such a wonderful feeling to get really involved in the sport that you love..

Priiiit!!
Fikri

*sampai saat ini saya sudah beruntung bisa menjadi referee di berbagai turnamen antar SMA, antar club di Jakarta hingga turnamen terbesar di Indonesia yaitu Jakarta 10s dan Bali Rugby Fest. Tahun 2011 saya juga menjadi Assistant Referee di pertandingan Asian 5 Nations di Jakarta. Tapi yang paling berkesan adalah menjadi Referee di Bali Rugby Fest, dimana saya menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menjadi Referee sementara yang lain dari Malaysia, Singapore, UAE, Hongkong, Australia..

Image

Memulai itu sulit, mempertahankan itu lebih sulit lagi..

7 Sep

Untuk memulai sesuatu memang lebih mudah daripada mempertahankannya. Kita bisa bertekad untuk hidup sehat dan berjanji untuk berolahraga rutin, membeli sepatu lari atau bahkan membayar keanggotaan di suatu gym untuk keanggotaan selama setahun dengan gampang. Namun yang berat adalah kita harus bisa membuktikan janji itu secara rutin. Saya sendiri sudah dua kali membayar keanggotaan tahunan ke suatu gym tapi tidak pernah berhasil datang ke gym itu sama sekali…

Begitu juga dengan memulai suatu club rugby. Kita tidak hanya bertanggungjawab untuk diri sendiri, tapi kita juga harus bertanggungjawab untuk seluruh anggota club.

Jakarta Banteng Rugby Club berdiri pada tahun 2005, karena saat itu Indonesian Development Rugby yang mengusung rugby di Indonesia merasa perlu ada club rugby di Jakarta untuk memberikan peluang kepada warga Jakarta untuk mencoba rugby. Club ini sudah melalui banyak fase yang terus menguji keberlangsungan club ini. Tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai Jakarta Banteng Rugby. Saya mau mencoba mengangkat keberhasilan tiga club baru di Indonesia: Bogor ‘Rusa’ Rugby, Malang Rugby Football Club dan Jogjakarta ‘Chiefs’ Rugby Club.

Continue reading

Untuk Craig

17 Jul

4 tahun yang lalu, 17 Juli 2009, jakarta diguncang bom oleh pihak teroris yang mengatasnamakan pengeboman bunuh diri ini sebagai jalan mereka untuk masuk surga. Konyol, dan saya yakin mereka salah dan akan menerima hukuman yang setimpal nantinya. Bom ini meledak di hotel JW Marriot kuningan dan menimbulkan 9 korban jiwa dan 50 orang luka-luka. Bagi keluarga Jakarta Banteng Rugby hal ini meninggalkan duka yang sangat dalam karena keluarga kami, Craig Senger ikut menjadi korban dalam tragedi ini. Sebelumnya saya selalu menahan diri untuk tidak menulis mengenai Craig karena terlalu menyedihkan untuk mengingatnya, namun kali ini saya perlu menjelaskan betapa Craig setelah 4 tahun kepergiannya, telah memberi arti khusus bagi saya dan Jakarta Banteng Rugby Club, hingga untuk Indonesian Rugby community.

craig senger

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.