Rugby di Inggris Bagian Pertama – Kelompok Umur

Rugby di Inggris

 

Ratusan purnama berlalu..

Tapi Cinta tak pernah berlalu..

Sedikit penggalan OST AADC 2 itu cukup mewakili betapa saya udah lama ninggalin blog ini dan meskipun belum nyampe ratusan purnama, tapi cinta saya ke Rugby masih belum berlalu kok.. HAHAHA..

 

Sudah 4 bulan ini saya di Inggris.. menikmati hidup dan menambah ilmu bagaimana Rugby dimainkan dan menjadi pedoman hidup oleh banyak orang di negara asalnya. Sudah cukup banyak pengalaman yang saya alami atau opini saya mengenai Rugby di Negara asalnya ini dan alangkah baiknya kalau saya coba tuliskan di blog ini..

Continue reading

…janji lagi..

Sabtu, 16 April 2016

Rasanya udah saatnya kembali menulis untuk blog ini setelah sekian lama sibuk ngurusin website lain dan kerjaan.. mumpung sekarang lagi di negara yang menghasilkan olahraga Rugby tercinta ini, rasanya saya punya kewajiban untuk menulis..

Tulisan ini sengaja dibikin sebagai janji untuk kembali mengisi blog ini…

jadi kalau saya ngga nulis juga abis tulisan ini.. tolong toyor kepala saya kalo ketemu dijalan yak?!

 

 

Memulai itu sulit, mempertahankan itu lebih sulit lagi..

Untuk memulai sesuatu memang lebih mudah daripada mempertahankannya. Kita bisa bertekad untuk hidup sehat dan berjanji untuk berolahraga rutin, membeli sepatu lari atau bahkan membayar keanggotaan di suatu gym untuk keanggotaan selama setahun dengan gampang. Namun yang berat adalah kita harus bisa membuktikan janji itu secara rutin. Saya sendiri sudah dua kali membayar keanggotaan tahunan ke suatu gym tapi tidak pernah berhasil datang ke gym itu sama sekali…

Begitu juga dengan memulai suatu club rugby. Kita tidak hanya bertanggungjawab untuk diri sendiri, tapi kita juga harus bertanggungjawab untuk seluruh anggota club.

Jakarta Banteng Rugby Club berdiri pada tahun 2005, karena saat itu Indonesian Development Rugby yang mengusung rugby di Indonesia merasa perlu ada club rugby di Jakarta untuk memberikan peluang kepada warga Jakarta untuk mencoba rugby. Club ini sudah melalui banyak fase yang terus menguji keberlangsungan club ini. Tapi kali ini saya tidak akan membahas mengenai Jakarta Banteng Rugby. Saya mau mencoba mengangkat keberhasilan tiga club baru di Indonesia: Bogor ‘Rusa’ Rugby, Malang Rugby Football Club dan Jogjakarta ‘Chiefs’ Rugby Club.

Continue reading

Turnamen Rugby 7s antar SMA Pertama tahun 2013

Tulisan ini awalnya saya tulis untuk Persatuan Rugby Union Indonesia, namun saya merasa perlu share disini..

Rabu, 23 Januari 2013 yang lalu kita menyaksikan sejarah baru di Rugby Indonesia. SMA Pangudi Luhur menyelenggarakan turnamen Rugby 7s antar SMA untuk yang pertama kali. Turnamen ini diadakan di Lapangan ABC Senayan dan diikuti oleh 8 team, yaitu SMA Darunnajah, SMA Lab School, SMA Tirta Marta, SMA Al Chassanah, Banteng Boulders dan SMA Pangudi Luhur sendiri mengirimkan 3 team. Ini juga membuktikan betapa menariknya 2013 untuk dunia Rugby Indonesia seperti yang sudah saya tulis di tulisan sebelumnya

1.

Continue reading

Satukan Tekad untuk Olahraga Indonesia di 2013

Hi! Ini sudah Desember! Sudah tiba di penghujung tahun 2012 dan sudah saatnya kita mencoba mengukur keberhasilan Indonesia dalam bidang olahraga. Saya akan coba bahas sedikit mengenai olahraga secara umum kemudian mengenai Rugby di Indonesia tahun 2012 ini.

Masih ingat betapa bangganya kita setelah dinobatkan sebagai pemenang SEA Games 2011? Betapa meriahnya acara pembukaan dan penutupan SEA Games tahun lalu? Betapa Sexy bagusnya penampilan Agnes Monica pada acara itu?  Keren banget! 2011 merupakan tahun yang indah untuk olahraga di Indonesia pada umumnya.

00013046

Nah..Tahun 2012 ini seperti ujian untuk gelar juara SEA Games tersebut.

Hasilnya? Yuk sedikit mengingat kebelakang..

Continue reading

MOVEMBER!

Movember!

Sejak sebulan ini saya mencoba memelihara kumis. Dari 1 November hingga sudah mendekati akhir bulan ini, saya merasakan bagaimana rasanya memiliki kumis. Kadang masih merasa aneh sendiri melihat diri saya di cermin.. Teman-teman di kantor banyak yang ngeledek kalo saya ngga cocok pakai kumis.. Katanya ngga cocok sama muka, ngga cocok sama kelakuan.. lha, emangnya kalau punya kumis, kelakuannya harus seperti polisi ya? Hehehe..

Continue reading